Sunday, July 18, 2010

 

Ikarina


 



Posted by Picasa

 



Posted by Picasa

Sunday, December 27, 2009

 

Internet sebagai Benteng Demokrasi

Labels:


Thursday, November 06, 2008

 

Saat bahagia


Saturday, June 14, 2008

 

SINDO: Bukan hanya pemimpin, tapi kepemimpinan

Presiden Kita
Bukan hanya pemimpin, tapi kepemimpinan
wimar@perspektif.net

Konsepsi tentang bagaimana mencari dan mengembangkan sumber energi terbarukan, sudah menjadi perhatian dunia saat ini. Berbagai penelitian dilakukan dimana-mana, termasuk di Indonesia dimana ada penelitian tentang konsep Blue Energy. Konsep ini menjadi proyek yang sampai menyita perhatian dari Presiden, meskipun pada akhirnya banyak dinilai orang sebagai salah satu bentuk penipuan. Ada segi menarik dalam diskusi mengenai hal ini dengan Menristek Kusmayanto Kadiman, Ph.D. (KK) di acara televisi 'Perspektif Wimar' baru-baru ini. Bisa dibaca, tulisan Didiet Adiputro di http://perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=903

Menurut Kusmayanto, sebenarnya blue energy itu konsep yang bagus . Kalau kita selama ini lebih mengenal konsep green energy yang hanya berorientasi darat, kita lupa kalau kita punya laut dan langit biru yang luas dan belum dimanfaatkan. Tapi Menristek juga menyadari bahwa belakangan ada gossip yang menyempitkan arti blue energy itu sendiri dan citra itu sudah terbentuk di publik.

Mantan Rektor ITB ini juga mengklarifikasi dua berita di media yang menurutnya kurang tepat. Pertama, ada isu bahwa peristiwa ini seperti kasus hoax Ratu Markonah atau bayi ajaib Cut Zahara Fonna. Tapi bagi KK, masih terlalu dini bagi kita untuk melihat penelitian blue energy ala Joko Suprapto itu sebagai penipuan atau kegagalan. Karena Einstein pernah mengatakan bahwa ide besar itu dimulai dari ide yang sepertinya dianggap tolol. Ketika Presiden menyuruh Kusmayanto diam dalam kasus ini, menurut KK mungkin pada waktu itu konteksnya belum tepat, nanti ada kesan kalau Kusmayanto bicara membelokan topik pembicaraan.

Setelah penipuan Blue Energy berlalu, menurut Kusmayanto ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menambah persediaan energi seperti mengangkat sumur yang tidak efisien dan mengembangkan potensi lokal. Berarti daerah harus diberikan kesempatan untuk mengangkat minyak lebih banyak. Jika melihat kondisi kekayaan alam kita yang melimpah tapi tak kunjung sejahtera, KK menganalogikan hal ini dengan apa yang disebut Dutch Disease. Artinya, banyak negara berkembang yang punya alam kaya tapi selalu miskin, melarat dan rawan konflik. Menurut DR Kusmayanto, kuncinya adalah kepemimpinan yang konsisten dalam memanfaatkan kekayaan ini. Apakah SBY memiliki kepemimpinan ini?

Kusmayanto tidak membahas pertanyaan ini, karena etika jabatan tidak mengizinkannya. Tapi kita ditinggalkan dengan pertanyaan terbuka. Indonesia tidak kekurangan pemimpin mulai dari Pak Harto, Bung Karno dan orang-orang sebelumnya. Tapi apakah ada yang memiliki kepemimpinan? Tentu yang dimaksud disini adalah kepemimpinan dalam visi Kusmayanto yaitu kepemimpinan yang pro-orang biasa. Kepemimpinan yang pro-kepentingan diri atau pro-ego memang sudah kita dapat berlimpah-limpah. Setiap kejahatan mulai dari korupsi sampai kepada pelanggaran hak azasi manusia memerlukan kepempimpinan. Kepempinan model hitam ini banyak dimiliki oleh tokoh yang sudah menyatakan diri sebagai calon presiden.

Kepemimpinan yang dicari KK lebih langka, dan kita tidak perlu membahas SBY lagi. Semua sudah punya pendapat masing-masing mengenai Presiden kita yang santun tapi susah mengambil keputusan ini. Jadi kita bicara saja mengenai kepemimpinan dalam pengertian umum. Untuk ini ada ucapan-ucapan Henry Kissinger, ahli politik internasional AS yang naik daun sejak menjadi Menteri Luar Negeri Presiden Richard Nixon. Karena Kissinger lahir di Jerman, dia tidak berkesempatan menjadi pemimpin di Amerika Serikat. Tapi dia banyak menulis karena dia seorang Profesor. Mengenai kepemimpinan, dikatakannya sebagai berikut. Juga ada catatan karena kalau Profesor berteori, selalu ada sanggahan.

Orang tidak bisa dikatakan pemimpin kecuali dia mampu sekali-sekali berdiri sendiri. Jangan lihat angin selalu, jangan juga berlindung dibalik staf. Susahnya, kalau tidak berlindung, bisa-bisa salah seperti dalam kasus Blue Energy.

Kepemimpinan membutuhkan kemampuan melihat pengalaman masyarakat lain, Susahnya, kalau buat studi banding, nanti malah jadi belanja-belanja.

Setiap sukses membuka kesempatan untuk meningkat pada masalah yang lebih pelik. Ini dikenal oleh 'gamer' yang naik ke tingkat kesulitan lebih tinggi setiap menyelesaikan satu tingkat. Contohnya, sudah sukses menang kampanye, harus menjalankan pemerintahan, terus mati langkah.

Kalau ada hal yang memalukan, jangan ditutupi, buka saja langsung. Susahnya jadi kelihatan bodoh. Kalau kita tidak tahu harus jalan ke arah mana, maka setiap arah yang kita tempuh tidak akan mendekatkan kita pada tujuan. Susahnya kalau kita diam saja, nanti dibilang tidak bisa memutuskan.

Kalau yang berikut ini bukan hanya Kissinger yang mencatat, tapi sangat sering kita alami. Pada saat krisis, jalan yang paling berani seringkali merupakan jalan yang paling aman. Krisis serangan lawan di kotak penalty, harus dilawan oleh tendangan keras mengusir bola. Susahnya, bisa-bisa bola keras itu masuk gawang sendiri, seperti baru-baruini dilakukan John Arne Riise menyundul bola bunuh diri ke gawang Liverpool. Pepatah ini bisa diperhalus menjadi: Jika anda ingin aman, seringkali anda harus ambil risiko. Kalau takut dimarahi rakyat, Presiden harus tegas terhadap pengacau.

Tapi ini yang paling susah: Tugas seorang pemimpin adalah membawa masyarakatnya dari tempat yang sekarang ke suatu tempat yang belum dikenal.

Sunday, July 08, 2007

 

TEMPO Pelajaran dari Kekecewaan 15 Juli 2007



Tuesday, June 19, 2007

 

Monday, May 01, 2006

 

Hell Yeah !!

hmm signed up to make it possible to give comments


now i have nothing to say


except, "HELL YEAH!! ............... I got nuthin' to say!"

This page is powered by Blogger. Isn't yours?